Wednesday, 17 August 2022

DALAM LINDUNGAN TUHAN



Dalam Lindungan Tuhan


*RENUNGAN

Kamis,18.08.2022

"Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku

Hanya Orang yang Dekat dengan Tuhan yang Akan Alami Perlindungan Tuhan

Mazmur 91:1-2 (TB)

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."

BERKAT YANG DI ALAMI KETIKA DUDUK DALAM LINDUNGAN YANG MAHA TINGGI BERMALAM DALAM NAUNGAN YANG MAHA KUASA...

Ayat Ayat Selanjut nya dalam Mazmur 91:3-16 memberitahukan kepada kita apa saja Berkat Yang akan di Alami oleh Orang Yang Menjadikan Tuhan sebagai Tempat perlindungan dan Kubu Pertahanan

1. ayat 3 - 6

Sepanjang hari (Setiap Hari) akan Mengalami Perlindungan Tuhan (24 jam Penuh)

* Akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai."*

https://alkitab.app/v/a1e473fd2480
2. ayat 7 - 10
Tidak akan di Timpa Malapetaka, Orang Lain di timpa Kemalangan tapi orang Yang berlindung Pada Tuhan Akan di Luputkan dari Kemalangan dan Marabahaya

* Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu*

3. Tuhan Memerintahkan Malaikat Malaikat untuk Menjaga

sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu

4. Ayat 14 - 16

Seumur Hidup akan Alami penyertaan Tuhan Yang Sempurna ...

Tuhan Pasti Memberi jawaban..

Penyertaan Tuhan itu Sempurna Bagi Orang Yang Hati nya Melekat Kepada Tuhan

"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku

________

Hari Ini Kita Belajar Untuk Menjadikan Tuhan Sebagai Tempat Perlindungan Dan Kubu Pertahanan Kita.. Sehingga Kita Mengalami Perlindungan dan Penyertaan Tuhan Setian Hari- Seumur Hidup kita, Haleluya.

Sepanjang Masa dan Se umur Hidup Mengalami Kebajikan Dan Kemurahan Tuhan

Mazmur 23:6

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Mazmur 27:4

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya

Friday, 21 January 2022

Surat-Surat Paulus


Surat-Surat Paulus

Judul surat-surat yang terpisah


Empat belas kitab dalam Perjanjian Baru yang aslinya adalah surat-surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada para anggota Gereja. Itu bisa dibagi ke dalam kelompok-kelompok sebagai berikut:

Surat-Surat Paulus

1 DAN 2 TESALONIKA (50–51 M)

    Paulus menulis surat-surat kepada jemaat Tesalonika dari Korintus selama perjalanan misionarisnya yang kedua. Pekerjaannya di Tesalonika diuraikan dalam Kisah Para Rasul 17. Dia ingin kembali ke Tesalonika, tetapi dia tidak dapat melakukannya (1 Tes. 2:18). Dia oleh karena itu mengutus Timotius untuk menghibur hati orang yang insaf dan membawakannya kabar tentang bagaimana keadaan mereka. Surat pertama adalah hasil dari rasa terima kasihnya atas kembalinya Timotius. Surat kedua ditulis tak lama kemudian.

1 DAN 2 KORINTUS, GALATIA, ROMA (55–57 M)

    Paulus menulis surat-surat kepada jemaat Korintus selama perjalanan misionarisnya yang ketiga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan mengoreksi ketidaktertiban di antara para Orang Suci di Korintus.Surat kepada jemaat Galatia mungkin ditulis kepada banyak unit Gereja di seluruh Galatia. Sebagian anggota Gereja meninggalkan Injil karena lebih berkenan dengan hukum Yahudi. Dalam surat ini, Paulus menjelaskan tujuan hukum Musa dan nilai suatu agama rohani. Paulus menulis surat kepada jemaat Roma dari Korintus, antara lain untuk mempersiapkan para Orang Suci Roma untuk kunjungan yang diharapkannya akan dilakukan kepada mereka. Surat ini juga menandaskan kembali ajaran-ajaran yang sedang diperbantahkan oleh sebagian orang Yahudi yang telah diinsafkan pada Kekristenan.

FILIPI, KOLOSE, EFESUS, FILEMON, IBRANI (60–62 M)

    Paulus menulis surat-surat ini saat dia berada di dalam penjara yang pertama kali di Roma.
Paulus menulis surat-surat kepada jemaat Filipi terutama untuk mengutarakan rasa syukur dan kasih sayangnya untuk para Orang Suci Filipi dan untuk menghibur hati mereka dari kekecewaan akan penahanannya yang lama. Paulus menulis surat kepada jemaat Kolose sebagai akibat dari laporan bahwa para Orang Suci Kolose sedang jatuh ke dalam kekhilafan yang serius. Mereka percaya bahwa kesempurnaan datang melalui ketaatan yang saksama terhadap tata cara-tata cara lahiriah saja daripada pengembangan karakter seperti Kristus.
    Surat kepada jemaat Efesus mempunyai kepentingan besar, karena memuat ajaran-ajaran Paulus tentang Gereja Kristus. Surat kepada Filemon adalah sepucuk surat pribadi tentang Onesimus, budak yang telah merampok majikannya, Filemon, dan melarikan diri ke Roma. Paulus mengutus Onesimus kembali kepada majikannya dengan surat yang meminta agar Onesimus diampuni. Paulus menulis surat kepada orang-orang Ibrani bagi para anggota Gereja orang Yahudi untuk membujuk mereka bahwa hukum Musa telah digenapi di dalam Kristus dan bahwa hukum Injil Kristus telah menggantikannya.

1 DAN 2 TIMOTIUS, TITUS (64–65 M)

    Paulus menulis surat-surat ini setelah dia dibebaskan dari penjara di Roma yang pertama kali.
Paulus melakukan perjalanan ke Efesus, di mana dia meninggalkan Timotius untuk menghentikan pertumbuhan beberapa bentuk spekulasi, bermaksud sesudahnya untuk kembali. Dia menulis surat pertamanya kepada Timotius, barangkali dari Makedonia, untuk menasihati dan mendorongnya dalam pemenuhan kewajibannya.Paulus menulis surat kepada Titus pada suatu masa ketika dia bebas dari penjara. Dia mungkin telah mengunjungi Kreta, di mana Titus sedang melayani. Surat ini terutama berurusan dengan kehidupan yang saleh dan disiplin di dalam Gereja.

Paulus menulis surat keduanya kepada Timotius sementara berada di dalam penjara yang kedua kali, sesaat sebelum kematisyahidan Paulus. Surat ini memuat kata-kata terakhir Paulus serta memperlihatkan keberanian dan kepercayaan yang memukau yang dengannya dia menghadapi kematian.

Monday, 1 November 2021

THE REAL BATTLE (Memenangkan Peperangan)

THE REAL BATTLE

Memenangkan Peperangan

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”

Efesus 5:15-21
15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, 16dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

THE REAL BATTLE

Efesus 5:15-21

17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. 18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, 19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.

Efesus 5:15-21

20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita 21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

“Tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh!”

Perintah Paulus yang:
• membuat segala perintah di surat Efesus menjadi mungkin dilakukan.
• memungkinkan kita menjadi pemenang dalam “Battle.”
• Mempertunjukkan dalam hidup kita “Yesus semakin besar dan kita semakin kecil.”

Efesus 4:1 “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.”
“…hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
Efesus 4:17-18 “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia, dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”
“…hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Efesus 5:1 “Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih.”
“…hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Efesus 5:7-8 “Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.”

“…hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

Efesus 5:15 “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.”

“…hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
"Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
Yang jahat bukan anggur, tetapi “hari-hari ini” yang membuka berbagai jebakan.
Orang-orang di Efesus kira mereka bisa mengalami kepenuhan hidup melalui eforia yang didapat dari anggur, entertainment dan agama.
Semuanya menimbulkan hawa nafsu.
Apa yang kita ijinkan/biarkan untuk memenuhi kita akan menguasai kita. Dipenuhi hal lain selain Roh Kudus Allah berujung kepada kondisi dipenuhi hawa nafsu.

- Semua orang adalah murid (disciple).
Saya ini muridnya siapa?
- Semua orang dipengaruhi oleh sebuah roh.

Roh siapa yang mempengaruhi saya?
Perintah satu-satunya yang memungkinkan kita menjalani panggilan sebagai pengikut Kristus:
“Tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh kehidupan Allah!”

Efesus 1:13-14 “Di dalam Dia kamu juga karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminanbagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.”

- Arrabon = tanda jadi/cincin tunangan

Efesus 2:22 “Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.”
Efesus 3:16 “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu.”
Kamu semua telah dimateraikan oleh Roh, dijadikan tempat kediamannya, sekarang penuhilah dirimu dengan dia.
Kita adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah begitu mulia sehingga tidak ada sesuatupun selain Roh Allah yang bisa memenuhi kita.
Hendaklah kamu penuh dengan Roh.”

- Hanya Allah sendiri yang bisa melakukan pemenuhan itu.
- proses pemenuhan ini harus terjadi secara terus menerus.
Bagian kita: mengambil keputusan, memilih, berkeinginan, dan membuka diri untuk dipenuhi.

 Semakin kita bertumbuh semakin banyak hal-hal yang perlu dipenuhi oleh Roh.
Terkadang kita yang menjadi penghambat proses pemenuhan!
 Terkadang kita yang menjadi penghambat proses pemenuhan!
Putuskan bahwa kita mau dipenuhi!

Hasilnya:
Kita menjadi pememang dalam Real Battle yang ada di sekitar kita

Ditulis Oleh: Ps. Oyan Simatupang.

DALAM LINDUNGAN TUHAN

Dalam Lindungan Tuhan *RENUNGAN Kamis,18.08.2022 "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku Hanya Orang yang Dekat dengan Tuhan yang...